“Bismillah, ini adalah sebuah surat dari seorang ikhwahfillah kepada
kedua orangtuanya yang semoga dapat kita jadikan ibroh.. bahwa memberi
pengertian kepada orangtua haruslah dengan lemah lembut karena Islam itu
lembut dan bahwa orangtua harus senantiasa kita muliakan.. walaupun
Alhamdulillah saya tidak mengalami seperti ini dari kedua orangtua saya,
tetapi saya dapati relatif banyak yang mengalami ini.. bagi yang
mengalaminya, semoga Alloh menguatkan untuk tetap istiqomah dan semoga
Alloh senantiasa memberi hidayahNya bagi kita dan keluarga serta
menunjukkan kita semua jalan yang lurus yang Alloh Ta'ala Ridhoi,
aamiin.. dan semoga dengan berbagi ini, dapat membantu ikhwahfillah
dalam menyampaikannya dengan cara yang ma'ruf..”
Ya Abi Ummi (bapakku Ibuku) , Aku Anakmu, Bukan teroris
Abi, Ummi, maukah membaca suratku? mendengar sedikit cerita dariku?
Tentang ISLAM yang begitu indah..
Tentang ISLAM yang begitu damai..
Spt tertuang dalam ayat Al Qur’an :
“Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya: 107)
Sebuah dakwah ISLAM yang luar biasa indah..
sangat lembut hingga aku sadar ISLAM itu LEMBUT
Dari sana aku mulai belajar tentang ISLAM secara menyeluruh..
Tentang
Tauhid yang ESA, tentang aqidah islamiyah, tentang fiqh, tentang adab
bermuamalah, hukum-hukum dan segala sesuatu tentang ISLAM.
“Hai
orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan
janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu
musuh yang nyata bagimu.“﴾ Al Baqarah:208 ﴿
Subhanallah..
Ya Abi wa Ummi..
ISLAM itu sungguh SEMPURNA
Dari sana aku tahu,
Bagaimana caranya berbakti kepada kalian
Hanya dengan amalan ringan yang sebelumnya aku sepelekan, ternyata itu bisa mendekatkanku dengan jannah.
na’am, itulah BIRRUL WALIDAIN
Kami
perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu
bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya
dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga
puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat
puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri
nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku
dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah
kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku.
Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk
orang-orang yang berserah diri". ﴾ Al Ahqaaf:15 ﴿
Subhanallah.. ISLAM ternyata MUDAH.
Dari sana aku juga tahu..
Mengenai segala perkara tentang kaum WANITA.
Mulai
dari pakaian, jilbab, adab keluar rumah, adab berbicara dan adab
lainnya, juga ketika kaum ini menjadi seorang istri dan menjadi ibu
seperti Ummi..
Ada banyak hal yang dipelajari disana..
Dan dari sana aku tahu ISLAM itu sangat MEMULIAKAN WANITA.
Dari sana juga aku tahu apa pentingnya ilmu..
Semua amalan hendaknya didasari ilmu.
Dan
janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu
akan diminta pertanggungan jawabnya. ﴾ Al Israa':36 ﴿
Dan ilmu itu akan kita dapatkan dengan terus mencarinya.
Ilmu itu cahaya dan ilmu itu warisan para Nabi.
Dan aku ingin termasuk menjadi orang yang mendapatkan warisan yang besar itu..
Oleh karenanya aku ingin terus mencarinya, karena ilmuku masih sangat sedikit..
Ummi tidak perlu khawatir dengan penampilanku saat ini,
Hai
anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk
menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa
itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari
tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. ﴾ Al
A'raf:26 ﴿
" Ada 3 golongan yang tidak akan dilihat oleh
Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari kiamat, tidak dilihat dan tidak
disucikan ( dari dosa) serta mendapatkan azab yang sangat pedih, yaitu
pelaku Isbal (musbil), pengungkit pemberian dan orang yang menjual
barang dagangannya dengan sumpah palsu." (HR. Muslim, Ibn Majah,
Tirmidzi, Nasa'i).
*Musbil (pelaku Isbal) adalah seseorang yang menurunkan sarung atau celananya kemudian melewati kedua mata kakinya.
“Abdullah
bin Umar berkata : Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam :
Janganlah kamu menyerupai orang-orang Musyrikin, peliharalah jenggot
kamu dan tipiskanlah kumis kamu”. HR al Bukhari, Muslim dan al Baihaqi.
“Dari Aisyah berkata : Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam :
Sepuluh perkara dari fitrah (dari sunnah nabi-nabi) diantaranya ialah
mencukur kumis dan memelihara jenggot”. HR Ahmad, Muslim, Abu Daud, at
Tirmidzi, an Nasaii dan Ibn Majah.
Dan bagi wanita :
“
Hai
Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan
perempuan-perempuan mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk
dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Ahzaab 59)
Jangan pikirkan apa kata sebagian orang,
Bukankah Ummi yang melahirkan aku? Bukankah Ummi yang merawat dan mendidikku?
Ummi lebih tahu aku dari pada mereka..
insyaAlloh aku tidak akan mengkhianati kepercayaanmu juga Abi.
Mengapa mereka melabeli fanatik atau ekstrim..
Apakah karena berbeda dengan kebiasaan?
Bukankah kita tidak boleh menjadikan kebiasaan sebagai suatu kebenaran, tetapi jadikanlah kebenaran sebagai suatu kebiasaan?
Dan kebenaran itu datangnya hanya dari Alloh Ta’ala..
"Dan
apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan
Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang
telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka
akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui
suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?". ﴾ Al Baqarah:170 ﴿
Kita mempunyai teladan terbaik di muka bumi ini yaitu Rosululloh shalallahu ‘alaihi wassalam
"Sesungguhnya
telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu
(yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari
kiamat dan dia banyak menyebut Allah." ﴾ Al Ahzab:21 ﴿
Aku bukan pemberontak penguasa
Aku bukan golongan teroris
"Hai
orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan
ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang
sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul
(sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari
kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik
akibatnya." ﴾ An Nisaa:59 ﴿
Oleh karena itu, Rasululloh Shalallahi ‘Alaihi Wassallam
memerintahkan kita tunduk dan taat pada penguasa/ulil ‘amri, selama itu
tidak melanggar perintahNya seperti jika melarang kita sholat misalnya
(na'udzubillahimindzalik)
Jika Bapak Ibu mendapati sederet
mahasiswa/i para aktifis dakwah ikhwan bahkan akhwat berdiri berbaris
sambil membawa spanduk, berteriak dan berorasi di bawah teriknya
jalanan..
Dan Ummi berfikir, “jangan-jangan anakku ikut dalam deretan itu..”
Maka ku pastikan aku tidak akan pernah ada di deretan itu Ummi
Tidak! Tidak akan pernah ikut ‘aksi’ istilah kerennya..
Karena itu bukanlah adab seorang muslim..
"Barangsiapa
yang ingin menasehati penguasa maka janganlah menyatakannya di depan
umum terang-terangan. Hendaklah ia mengambil tangan penguasa tersebut
(ke tempat tersembunyi). Maka bila penguasa itu mau mendengar nasehat
tersebut, itulah yang dikehendaki. Tetapi bila tidak mau mendengarnya,
sungguh penasehat itu telah menunaikan apa yang diwajibkan atasnya."
Hadits tersebut Shahih riwayat Ahmad, Ibnu Abi Ashim, Al-Hakim,
Al-Baihaqi dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ad-Dhilal hal.507
no.1096.
Dan jika Abi wa Ummi mendapati orang yang suka mengkafirkan oranglain
Mendapati golongan yang menganggap diri paling benar serta berbuat kerusakan
Ketahuilah bahwa aku juga bukan golongan mereka
Aku bukan orang yang suka mengkafirkan orang lain Ummi..
Abu Dzar juga menuturkan hal yang sama dari Rasulullah Shalallahi ‘Alaihi Wassallam:
“Siapa
yang menyeru kepada seseorang dengan sebutan kekafiran atau ia
mengatakan: wahai musuh Allah, sementara yang dituduhnya itu tidak
demikian maka sebutan tersebut kembali kepadanya.” (Shahih, HR. Muslim
no. 61)
Ibnu ‘Umar berkata: Rasulullah Shalallahi ‘Alaihi Wassallam bersabda:
“Apabila
seseorang menyeru kepada saudaranya: Wahai orang kafir, maka sungguh
akan kembali sebutan kekafiran tersebut kepada salah seorang dari
keduanya. Bila orang yang disebut kafir itu memang kafir adanya maka
sebutan itu pantas untuknya, bila tidak maka sebutan kafir itu kembali
kepada yang mengucapkan.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6104 dan Muslim
no. 60)
Karenanya mengkafirkan seorang muslim yang tidak melakukan salah satu pembatal keislaman sangatlah berbahaya..
Olehnya, yang berhak memvonis murtad hanyalah para hakim syar’i dan ahli fatwa yang diakui keilmuannya.
Adapun yang merealisasikan hukumannya adalah pemerintah kaum muslimin, selain itu hanya akan melahirkan kekacauan..
Selain itu, aku ingin Ummi tahu, aku mendambakan sosok wanita sholihah
Bukankah Ummi juga mendambakan menantu demikian?
Tempat seorang muslimah bukan di jalanan, tapi di dalam rumahnya.
Bukan bernyanyi, berteriak, berorasi yg bisa dengan bebas disaksikan puluhan pasang mata..
Wanita itu aurat dan fitnah amat sangat dekat dengan kita.
Akan lebih mulia ketika kita menjaga diri.
Aku ingin berusaha menjaganya.. menjaga diriku sendiri…
Karena wanita sholihah pun mendambakan lelaki sholih
“…
dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan
laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)..”. ﴾ An
Nuur:26 ﴿
Ketika Abi dan Ummi menyaksikan
pemberitaan di televisi tentang sekelompok orang dengan penampilannya
yang kata orang ‘ekstrim’ : berjenggot, bercelana cingkrang, berjilbab
lebar..
Dan kalian berkata kepadaku “kenapa kamu berpakaian seperti mereka? Tidakkah kamu takut, bila ternyata kamu diintai Densus 88?”
Maka ku yakinkan
AKU BUKAN TERORIS!
Aku bukan golongan mereka.
Mungkin penampilanku hampir atau bahkan sama dengan mereka.
Tapi apakah bijak menyalahkan seseorang hanya karena pakaiannya?
Bukankah Rosululloh shalallahu'alaihi wassalam berjenggot?
Bagaimana bila para teroris itu memakai dasi atau pakaian safari yang sering Abi kenakan?
Apakah Abi mau dituduh demikian?
Demi ALLAH yang jiwaku ada ditanganNya…
Aku berlindung dari pemahaman mereka…
Aku berlindung dari pemahaman kaum khawarij.
Jihad itu asalnya adalah mulia. Sehingga jihad itupun ada aturan-aturannya.
Mereka bilang ingin memberantas kemaksiatan, menghancurkan orang kafir.
Tapi
apa mereka tahu, hukum menumpahkan darah sesama muslim? Membunuh orang
kafir yg sudah melakukan perjanjian dan dalam perlindungan pemerintah?
“Dan
barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya
ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan
mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya”. (QS. An-Nisa`:
93)
“Siapa yang membunuh kafir mu’ahad ia
tidak akan mencium bau surga dan sesungguhnya bau surga itu tercium
dari perjalanan empat puluh tahun”. (HR. Al-Bukhary no. 3166, 6914,
An-Nasa`i 8/25 dan Ibnu Majah no. 2686).
Allah berfirman:
“.....Dan
janganlah kalian membunuh diri kalian, sesungguhnya Allah adalah Maha
penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar
hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang
demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (An-Nisa: 29-30)
Karenanya, Sungguh…
Jangan kalian menghukumiku seperti mereka…
Pakaian dan penampilan yang mereka kenakan tidak salah
Justru mereka melestarkan Sunnah Rasululloh yang semakin memudar..
Tapi PEMAHAMAN mereka yang sempit…
Bukan seperti itu ISLAM yang dicontohkan Rasululloh dan para shahabatnya..
ISLAM adalah agama yang sempurna yang menebar rahmat..
“Serulah
(manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah
yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan
Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. ”
(an-Nahl: 125)
“Maka disebabkan rahmat dari
Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu
bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari
sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi
mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian
apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”
(Ali ‘Imran: 159)
Sufyan ats-Tsauri t berkata,
“Seseorang
tidak boleh menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar melainkan jika ia
memiliki tiga perangai: lemah lembut dalam mengajak dan melarang,
bersikap adil dalam mengajak dan melarang, serta berilmu tentang apa
yang diajak dan dilarangnya.” (al-Wara’, al-Imam Ahmad hlm. 166)
Rasulullah Shalallahi ‘Alaihi Wassallam bersabda:
“Sesungguhnya
Allah adalah Dzat Yang Mahalembut. Ia mencintai kelembutan dalam setiap
hal. Ia akan memberikan (kebaikan) pada kelembutan sesuatu yang tidak
Ia berikan pada kekerasan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
“Kamu
(umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena
kamu) menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar….”
(Ali Imran: 110)
Nabi Shalallahi ‘Alaihi Wassallam juga bersabda:
”Tidaklah
sikap lemah lembut itu ada dalam sesuatu, melainkan akan menghiasinya,
dan tidaklah sikap lemah lembut itu dicabut dari sesuatu, melainkan akan
menghinakannya.” (HR. Muslim no. 4698, Abu Dawud no. 2119, dan Ahmad
no. 23171, 23664, 23791)
Dan terakhir, semoga
aku, Abi wa Ummi serta seluruh ummat muslim senantiasa dibimbing Allah
Ta’ala agar berada dijalan yang lurus yang Allah Ta’ala Ridhoi, aamiin..
"Ya
Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah
Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk
mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan
rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".(An Naml 19)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
..Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa Anta astaghfiruka wa atubu ilaik..
copas dari fb :
Yuanita Sarah