^_^

title

terima kasih sudah berkunjung ke blog yang sederhana ini,jika ingin mengcopi catatan silahkan untuk selalu menyebutkan sumbernya.semoga kita selalu dalam jalan yang haq ini.ditunnggu kembali kunjungannya.syukron jazakallahhu khayron.

Minggu, 04 Agustus 2013

Dan kadang...

 Ada yang diam-diam menyimpan doa,
menjaga harinya, 

memendam sempurna,

dan percaya bahwa pengaturan TUHAN adalah keniscayaan. Dia berusaha mendekati-Nya .

Mencintainya akan menjadi bait doa,

menjadi karya, mencintai menjadikannya tahu bahwa TUHAN sedang menguji keimanannya.


Hingga pada satu titik dimana dia telah memahami, dia mendatangimu dengan membawa keyakinannya dan berkata.

Aku telah yakin kepadamu, sudikah menjadi bagian hidupku dan setelah matiku?


Dikutip dari sebuah tulisan  
*kurniawangunadi*
#Seusai menjelajah serumpun kata-kata dari penulis yang ingin dikenang#

Senin, 17 Juni 2013

Oksenaira *Menjadi Bebas Memilih Tanpa Menuntut* :-)

 

Apa yang dititahkan pena untuk menulis sebuah kata tentang sekuntum Bunga?

Apa yang di lakukan lisan ketika ia hendak berhadapan pada lisan dari Ibu seseorang yang mencintai dan dicintainya?

 Waktu berkisah  tentang sebuah lisan dari perpaduan air dan mata pada masing-masing mertua

Berawal dari sebuah kutipan page termasyhur yang kami kenal :

"Ahlaa al-huruuf min lisaanii huruufu ismik"

Kutipan tersebut  menarik hati setiap para pembaca

Ada yang langsung bertanya "man hiya?"

Ada yang langsung berujar "ana uhibbuki"

 

Ada sebuah cinta yang perlahan dibaiatkan lebih dari nuansa romantis pada kalimat tersebut

Ketika hari itu datang

lalu kemudian denyut jantung berdetak lebih kencang

nervous

bingungnya suasana jiwa

kemudian seakan-akan ia bertanya perlahan pada hatimu

"apa yang akan engkau minta sebagai bungkusan istimewa?"

aduhai..sambil tersenyum tersipu

senyum itu merekah 

kemudian berujar

"aku..aku..akan meminta apa-apa yang menjadi istimewa menurutnya"

tak perlu memandang apa kesukaanku

tak perlu tersadar bahwa hari itu aku berhak menuntut

hanya saja

biarlah ku coba untuk meminta hal berbeda dari lainnya

dari apa-apa yang tak diminta oleh bunga lainnya

karena bunga pun sejatinya tak pernah meminta kumbang menjauhinya

mereka sama-sama memberikan manfaat


^#Di dalam senandung Oksenaira#^

 Bermadu Mesra untuk Memilih

Menjadi Bunga yang Berbeda

:-)

 



Kamis, 28 Februari 2013

^* Seperti Inikah Definisi Cintamu?*^


Bismillaah..

Malam itu, kami mengobrol dengan salah seorang wanita
Ia mencoba mengerutkan dahinya
Kemudian berkata kepada kami "Aku telah bertemu dengan seseorang yang begitu menawan"
Kami menghela nafas kemudian menjawab dgn sederhana "Apakah kau mencintainya?"
Ia pun terdiam sejenak
Menatap tajam kedua bola mata ini
Kemudian bergegas memberi jawaban
"Menurutmu, apa cinta itu?

^katakan definisi cinta dengan bijaksana^


Kami tersenyum kecil mendengarnya
Kemudian mencoba melekatkan tangan kami dengan tangannya
Lalu berkata :




“Cinta itu,” kata Prof. Dr. Abdul Halim Abu Syuqqah dalam Tahrirul Ma’rah fi ‘Ashrir Risalah, “Adalah perasaan yang baik dengan kebaikan tujuan jika tujuannya adalah menikah.” Artinya yang satu menjadikan yang lainnya sebagai teman hidup dalam bingkai pernikahan.

^_^

*>>Dan Aku Tak Pernah Tahu<<*

Aku tak pernah tau bagaimana dawai-dawai cinta di langit jingga mampu membenamkan suara hatiku untuk memilihmu..
Aku tak pernah tau
Bagaimana setiap bait mimpiku terisi oleh pesona wajahmu

Aku tak pernah tau
Bagaimana bisa kau hadir dan memilih diriku?

Cukup ku kira kelebihan yang engkau miliki dapat menggandengkanku dengan majlis takwa

Duhai kekasih..
Aku pun tak pernah
tau
Kelak,seberapa setia hatimu untuk mencintaiku?

Apakah cinta yg kau labuhkan untuk diriku seorang?

Atau untuk dua hati?

Kelak,aku pun tak tau
Ketika kau menjalankan sunnah Rasulullah Shalallahhu Alaihi wassalam atau Sunnah hawa nafsumu?

Dimana kau duhai panglima hati?



Duhai panglima hati..
Cukuplah diriku menjadi tambatan hatimu
Ketika kelak aku masih taat dan mampu menjalankan tugas sebagai seorang istri
Salahkah aku meminta untuk mencintai pada satu hati?

Salahkah aku meminta untuk engkau tetap berada di sisiku?
Jika cemburuku kelak tak tertahan
Biarkan aku menangis dengan tangisan terindah
Tanpa takut hatiku akan terluka karena kecemburuan buta
Walau hatiku terus menjerit
"Abi,Jangan Dia!!"
 


Selasa, 11 Desember 2012

ƸӜƷ.¸¸✿¸.•❤•.❀.ƸӜƷ.Ada Sorban Cinta Di Hati.ƸӜƷ❀.•❤•.¸✿¸¸.ƸӜƷ

Kala hati seorang insan tengah berbunga tiada lagi yang mampu menahannya dari semburat wajah merona.
Ia akan menitipkan rindu pada siapa saja yang kian di kenangnya.
Rupa sorban cinta memang tak dapat di deskripsikan namun rupa insan yang berbalut sorban cinta memetakan ruang rindunya dari sudut hati yang terdalam

Lidah tak dapat mengungkapkan bagaimana bahagianya hati ketika itu..
Hati tak dapat pula memetakan sebuah literature untuk mengungkapkannya pada lidah terhadap apa yang tengah di rasa
Kiriman ukhuwah cinta,
Persembahan untaian kata
Alunan rindu di hati
Yang semulanya membalut hati dapat di untai seindah mungkin oleh tinta nan syahdu


Para penyair telah banyak menguntai setiap katanya pada secarik kertas
Seperti tuangan cinta sejati yang di kemukakan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah Rahimahullahu
Seperti deskripsi madu nan romantis yang di rajut oleh seorang penulis
Seperti sederetan rajutan benang wol yang tengah di untai seorang ibu ketika bermanja dengan pakaian anaknya yang telah sobek
Seperti balutan senyum sederhana dari mulut anak kecil yang tengah nampak bermadu riang.
Lihatlah, Dunia dengan ladangnya nan luas
Telah menyuguhkan segala rasanya pada manusia
Rasa itu kadang seperti garis tangan yang tergambar di tangan bidadari mungil
Bertuliskan keagungan yang mulia

Kadang ia seperti kebijaksanaan anak kecil
Seperti kata manja seorang anak pada ayahnya
Seperti titian jembatan yang tengah di siapkan untuk para pujangga
Seperti sabar dan keikhlasan yang tengah di senandungkan oleh insan yang tengah di uji
Seperti airmata yang tengah melirik kesedihan dan bahagia
Dan seperti tatapan insan di tengah senja dan pagi hari
Yang di pagi harinya
melihat embun menyentuh dedaunan dengan syahdunya
Dan tatapan ketika matahari terbenam
Yang menggoda manusia dengan keindahan aroma senja


Lebih dari sekedar berlian


Aku pernah mengenang bagaimana ia memberiku seikat buah delima
yang ia balut dengan beberapa helai daun lalu meletakkannya di meja hiasku
aduhai.. begitu tradisional tersaji
aku pun mulai mencium keningnya dan mengucap beberapa untaian tanda terima kasih

                                           detik itu, kulihat wajahnya lalu mendudukkannya di ranjang kecilku yg empuk
                                            dengan senyum kecil yang menawan menandakan kesediaannya merangkul erat  tanganku
                                                     
Bunda... sini
itu panggilan mesraku padanya
aku memberinya sepucuk kertas lalu mengerlingkan mataku berharap ia akan membacanya
"tertulis manja di secarik kertas nan teduh"
ku lontarkan pertanyaan untuk Bunda tersayang :) 
                        Bunda..
                        Pernahkah engkau mengenang seseorang?
                        Di kepik telingaku
                       Aku sering mendengar tentang mereka
                       Ku katakan padanya sesekali dengan lembut “apakah ia yang menawan hatimu,bunda?”
                       Kulihat ia begitu sederhana
                       Aku pun tak mengerti
Bunda…
Aku sering bermain dengan seribu taman syahdu kata-kata
Tapi tak pernah ku jumpai sesederhana kata itu
Yang dapat mengalun indah di telingaku
Ingatkah engkau dahulu
Ketika kutanyakan padamu “Bunda, apa yang membuatmu menyukainya?"
Engkau ceritakan bagaimana pertemuanmu dengannya
sehingga hatimu terikat kuat lalu menyatu hingga kini
Aku pernah ingin bertanya "lalu, bagaimana bisa rasa cemburu itu menghujam di setiap jantungmu dan mengalir di setiap darahmu?
karena kau pernah menangis
menangisi wanita yang berjabat tangan dengannya dahulu

Sedangkan aku bunda?
aku tak tahu bagaimana caranya mengurai denyut urat nadi cinta kelak
aku tak tahu bagaimana cara melayani seperti kesempurnaan engkau melayani beliau.
Tapi, bunda..
ingin sekali ku tanyakan padanya kelak
bagaimana engkau bisa mencintaiku?
dan walaupun menusuk dalam ruas tulang ragaku
aku akan tetap bertanya " siapa wanita yang pertama kali hadir dalam hidupmu? ceritakanlah padaku "

bunda mulai menutup kertas yang kusuguhkan 
ku harap ia berkata " sederhanakan ia dengan makna, karena makna LEBIH DARI SEKEDAR BERLIAN ^.^
^Di tahun, tanggal, serta bulan yg tak pernah ku ketahui kapan ^