^_^

title

terima kasih sudah berkunjung ke blog yang sederhana ini,jika ingin mengcopi catatan silahkan untuk selalu menyebutkan sumbernya.semoga kita selalu dalam jalan yang haq ini.ditunnggu kembali kunjungannya.syukron jazakallahhu khayron.

Senin, 25 Oktober 2010

karena dirimu...jeritan itu terdengar...

aku akan menjerit bila mereka tak mengisi kekosonganku....aku akan menangis sekencang-kencangnya dalam jeritan yang hanya teraba dalam lubuk hatimu....jamahilah aku...maka aku akan memberi jaminan padamu atas seizinnya...





itulah beberapa ungkapan atas sebuah jeritan yang amat pedih...yang bukan terlahir dari suatu senyawa atau pun yang terkandung dalam makna kehidupan.Sebenarnya dia hidup di sekelilingmu..dia mengharapkan kehadiranmu di tempat itu..namun kau mengacuhkannya,memalingkan mukamu seolah-olah kau ingkari keberadaannya..naudzubillahhiminzalik...sungguh menyedihkan..

saudaraku...disinilah secara perlahan-lahan kan ku tuturkan padamu tentang topik yang masih belum terungkap ini..simaklah saudaraku...simaklah barisan kalimat sederhana ini...





**kebahagiaan awal membangun tonggak...**



tahukah kau saudaraku bahwa kebanggaan yang sangat besar akan kami bangun di tempat yang insya allah barokah ini.Awal kebahagiaan yang sudah kami konsepkan agar bisa terbentuk sesuai dengan harapan.subhanallah..sungguh indah lingkup rahmatullah ini..



"ingin kutambahkan sedikit perhiasan dunia di puncaknya..dan akan ku tambahkan lebih banyak lagi perhiasan akhirat pada titik acuan yang kan tertancap pada senyawa kehidupan manusia".



kata-kata itulah yang selalu ku katakan pada relung-relung jiwa ini.sebuah rasa yang bergejolak yang menghantarkan ku pada sebuah pengharapan yang sangat besar.subhanallah....beberapa kali ku lantunkan kalimat suci-NYA..berharap pengucapan itu kan kembali terlontarkan pada bibir yang telah dia bentuk dalam nikmatnya.



**jeritan itu masih samar....**



kudengarkan lagi...saat ku berusaha merasakan dalam lubuk hati ini.samar.....itulah yang bisa ku katakan kini..entah jeritan apa yang mampu menumbuhkan kecurigaan terbesar ini.jeritan yang tak biasanya..berbeda cara dalam mengisyaratkan semua ini..ku diam terpaku berharap jeritan itu kembali terlantunkan.sejenak tmbul dalam benak,ada gerangan apakah ini?kenapa batin terasa tersayat seakan diiris secara sadis?eritan apa itu?sungguh tak mampu ku teriakkan kekesalan.

lagi sekali wahai saudara,ku dengar jeritan yang menyayat hatiku itu..namun masih samar...samar....dan samar...seketika itu beribu pertanyaan tu kembali lagi terlontar.



*kini terdengar jelas*



tatkala ku telah bangun singgasana ini..kurasakan sebuah rasa yang kembali bergejolak.berharap harapan itu kan terlantunkan secara pasti.hari pertama sampai pada tiga tahun berlangsung,semuanya baik-bak saja.seperti yang ku harapkan semuanya alhamdulillah ternyata berjalan dengan mulus.namun tak bisa ku pungkiri...kini tak ada sebuah senyawa pun menjamahi singgasana tersebut.seketika ku tersentak,saat jeritan itu semakin terdengar jelas..seolah-olah mereka marah padaku dan pada dirimu wahai saudaraku..mereka marah dan menjerit dalam sebuah jeritan pedih yang tak bisa ku gambarkan dalam imajinasi daya tinjau khayalku.mereka melampiaskan hal yang seolah-olah mengakibatkan aku tak mampu untuk melawan untuk menghentikan semua ini.



*saat kesadaran itu telah sirna...*



tatkala dia berkata padaku....

"mengapa kau wahai manusia tak pernah menjamahi diriku...??

"mengapa kau harus menghilang dalam perubahan zaman??

"apakah kau kini tak ingin selalu berhubungan dengannya??

"kenapa kau tinggalkan hal yang kan menuntunmu dalam keindahan surga-NYA??

saudaraku...dengarlah...dengarlah lontaran pertanyaan tersebut.....sungguh hilanglah kesadaran yang tertanam beribu tahun lamanya akan sebuah pengagungan padanya.dengarlah wahai saudaraku...masjid itu menjerit dan terus menjerit...karena berharap akan kehadiranmu yang dulu lagi.sejenak kini hal yang perlu dipertanyakan dalam benak ini.apakah kesadaran itu bisa kembali hadir dalam relung jiwa kita?sedangkan para saudaraku yang lainnya kini sudah masuk dalam jurang yang terjal..

sungguh menyayat hati..perilaku yang semakin membrutal dikalangan sekitarku...ingin ku sadarkan satu hal pada jiwa ini..namun aku pun masih tak mampu untuk melawan kesaktian zaman..sungguh ingin ku sentuh sanubari harap ini..agar nista yang tersembunyi dalam jiwa akan keluar sebagai butir bilahan mutiara yang suci.

maka jadilah kita golongan orang-orang yang shalih...^_^

Tidak ada komentar: