^_^

title

terima kasih sudah berkunjung ke blog yang sederhana ini,jika ingin mengcopi catatan silahkan untuk selalu menyebutkan sumbernya.semoga kita selalu dalam jalan yang haq ini.ditunnggu kembali kunjungannya.syukron jazakallahhu khayron.

Jumat, 10 Juni 2011

Cuplikan Perjalanan Seorang Tokoh Ulama

"beliaulah sebagian intan dalam batu tak berharga..aroma ilmu dan perjuangan telah menyebar dalam jiwa dan hati sang pejuang.Ada kalanya saat beliau memasuki lembah buih maka kiasan klise bermakna yang akan beliau lahirkan..walau pedih..walau bahagia.

 Bismillah..Beliaulah pejuang jika tangis telah menetap dalam hati.Beliaulah dari sebagian ulama yang melahirkan hal-hal baru dalam lembah buih.Ikhwah fillah sekalian,izinkan kami untuk membahas beberapa cuplikan perjalanan hidup beliau.Izinkan kami untuk memulai goresan tinta ini untuk mulai memasuki topik yang telah kami sajikan.Insya ALLAH bersama-sama antum sekalian akan menemukan hal-hal baru dalam menempuh hidup ini.

 <<Menempuh jalan sang pejuang..

Beliaulah Abu Al-Abbas Ahmad bin  ' Abd Al-Halim bin ' Abd As-Salam Al-Harani Ad-Dimasyqi yang terkenal dengan sebutan "Ibnu Taimiyah",dalam risalahnya "Beberapa Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah".Beliau dilahirkan pada tanggal 10 Rabi'Al Awal 661 H (1263 M)di kota Harran,5 tahun setelah runtuhnya khilafah Bani ' Abbasiyah di Baghdad.Ketika berumur 6 tahun, dibawa orang tuanya berhijrah ke damaskus,menghindari kebiadaban Tatar.Dan di kota yg baru inilah Ibnu Taimiyah dibesarkan dan memperoleh pendidikannya.
Kondisi umat Islam yg dialami Ibnu Taimiyah,yg dilihatnya dan dihayatinya,telah banyak memberikan pengaruh dan motivasi kepada dirinya untuk mengajak umat islam kembali kepada ajaran Al-Qur'an serta Sunnah dan mengikuti jejak para salaf,yaitu para sahabat dan tabi'in serta para imam sunnah lainnya.Karena menurutnya dengan jalan itulah umat Islam akan mendapatkan kembali kejayaan dan kemenangan yang pernah dicapai oleh generasi penegak sunnah tersebut.
Untuk itu,Ibnu Taimiyah  dengan penuh azam serta tawakkal kepada Allah Subhanahu Wata'ala menempuh segala upaya,baik lewat lisan dan tulisan atau dgn memberi contoh kepada masyarakat lewat pribadi imani yg dimilikinya,yg tercermin dalam akhlak,sikap wara'zuhud dan jihad fisabilillah.Maka akan kita jumpai dalam sejarah toko ini bahwa dia bersama sahabat-sahabatnya pernah ikut aktif dalam menghadapi serangan Tatar,sementara kebanyakan tokoh dan pemimpin masyarakat didaerah Syam saat itu melarikan diri ke Mesir.Bahkan Ibnu Taimiyah pernah terjun langsung berperang melawan tentara Tatar serta memberikan sugesti kepada tentara Islam,sehingga kaum Muslimin dikarunia Allah kemenangan dalam peperangan tersebut.
Adapun melalui lisannya,Ibnu Taimiyah memberikan ceramah-ceramah dimasjid umawi,disamping menyampaikan kuliah-kuliah dibeberapa perguruan di Damaskus.Selain itu,banyak mengeluarkan fatwa-fatwa dan diantara fatwa-fatwanya itulah ada yang menyebabkan dia menerima cobaan harus masuk penjara.
Sedangkan melalui tulisannya,dia banyak sekali menulis makalah,risalah,komentar dan karya-karya ilmiah lainnya dalam ukuran kecil,sedang,atau besar.Kata Al-Hafizh Adz-Dzahabi (673-748 H.): Aku telah mengumpulkan karangan-karangan syaikh Al -Islam Taqiyyuddin Abu Al'Abbas Ahmad Ibnu Taimiyah Radhiallahu anhu,aku dapati ada sebanyak seribu karangan.Setelah itu aku melihat lagi karangan-karangannya yg lain.Dan kata Al-Hafizh Al-Bazzar (688-749 H):"Adapun tulisan dan karangannya,hal itu adalah jauh diluar kemampuanku untuk mengingat atau menyebut nama masing-masing secara keseluruhan,bahkan hal ini biasanya tidak dapat dikuasai oleh seseorang,karena tulisan dan karangannya tersebut banyak sekali,besar dan kecil.Padahal yg terbanyak dari karangan-karangannya itu dia imlakkan dari luar kepalanya sedang banyak diantaranya yg dia karang ketika berada dalam penjara.
Hal ini,disamping menunjukkan kemampuan ilmiah Ibnu Taimiyah,menunjukkan pila ketekunan dan kegigihannya dalam mempertahankan al-haq yang ia yakini dan ia serukan untuk tegaknya sunnah dan kemaslahatan umat.
Apa yg kami kemukakan tadi adalah sekilas tentang upaya Ibnu Taimiyah dalam mengajak umat kembali berpegang dgn ajaran Al-Qur'an serta Sunnah dan mengikuti jejak para salaf.Upaya itu ia mulai dari masa ,udanya hingga akhir ajalnya pada tanggal 20 Dzu-l-qada'dah 728 H.(1328 M.)
Adapun risalah yg sekarang terjemahannya dalam "Beberapa prinsip aqidah ahlus sunnah wal-jama'ah" kecil ukurannya ringkas kandungannya.Tetapi perlu diketahui bahwa risalah ini sempat menimbulkan tanggapan yg tajam pada zamannya.Sampai-sampai risalah ini pernah mengalami proses uji dan harus dipertahankan oleh penulisnya dihadapan para ulama,qadhi dan mufti,yg dihadiri juga oleh pembantu Sulthan di daerah Syam ketika itu yaitu Jamaluddin Aqusy Al-Afram.Dua kali sidang yg diadakan untuk mendiskusikan dan menguji risalah ini,pertama pada hari senin 8 rajab 705 H.Dan kedua pada hari jum'at 12 rajab pada tahun itu juga.Dan akhirnya sidang ditutup dgn keputusan diterimanya akidah yang terkandung dalam risalah ini.Ibnu Al-Hadi menuturkan:"Pada saat itu ALLAH benar-benar menunjukkan keunggulan Ahlussunnah melalui hujjah yg kuat.
Risalah ini ditulis oleh Ibnu Taimiyah pada tahun 698 H. berdasarkan permintaan seorang qadhi dari daerah washit yaitu Radhy Ad-Din Al-Wasithi,salah seorang tokoh madzhab syafi'i.Oleh karena itu risalah ini dinamakan Al-Aqidah Al-Wasithiyah.
Jazahumullah khair al-jaza' wa zadahum min fadhlihi warohmatihi...
**rujukan:dalam risalahnya "beberapa prinsip aqidah ahlus sunnah wal jama'ah" **

2 komentar: